Selasa, 17 Mei 2016

Keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu.


Al-Bazzar memberitakan didalam Musnad nya, dari Muhammad bin Aqil dari Ali bin Abi Thalib bahwa pada suatu hari, beliau berpidato kepada orang banyak seraya berkata: "Siapakah orang yang paling berani?" "Engkaulah wahai Amirul Mu'minin!" jawab orang2 yang mendengarnya. "Memang barangkali aku. Karena tiada seorangpun yang bertanding pedang denganku melainkan aku membelahnya menjadi dua!"

Lalu Ali terdiam sejenak. Kemudian ia menyambung kata2nya lagi: "Akan tetapi yang benar2 paling berani adalah Abu Bakar. Pada suatu hari, kami mendirikan sebuah pondok untuk Nabi SAW, lalu kami berkata: "Siapa yang akan menjaga Nabi SAW agar tidak ada orang musyrik yang mengganggu Beliau SAW? Demi ALLAH, tiada seorangpun yang maju ke depan melainkan hanya Abu Bakar, sedang ia menghunuskan pedangnya diatas kepala RasuluLLAH SAW. Tiada seorang musyrik pun yang mencoba mendekati Beliau SAW, melainkan diayunkannya pedang itu kepadanya. Inilah orang yang paling berani!"

Kemudian Ali bercerita lagi : "Pernah aku melihat kaum kafir quraisy mengancam RasuluLLAH SAW. Yang satu mengganggunya dan yang lain menarik-nariknya seraya berkata: "Engkau kah orangnya yang menjadikan tuhan2 itu hanya Satu Tuhan saja?" Demi ALLAH, aku tidak melihat siapapun datang untuk menolong Beliau SAW selain Abu Bakar seorang. Dia memukul si fulan, menghadapi si fulan serta mendorong si fulan. Dan dia terus menerus berkata : "Celakalah kalian! Celakalah kalian! Apakah kalian hendak membunuh orang yang mengatakan Tuhanku ALLAH?"

Ali lalu mengambil kain burdah yang ada pada tubuhnya seraya menangis terisak-isak hingga membasahi janggutnya. Kemudian Ali menanyai orang2 yang mendengarkan pidatonya tadi dengan perkataan: "Aku meminta kepada kamu sekalian dengan nama ALLAH! Tolong beritahu aku, apakah orang2 Mu'min kaum fir'aun itu lebih baik atau dia (Abu Bakar)? Jawablah wahai tuan2 sekalian!" Majelis itu pun menjadi sunyi senyap.

Tiada seorang pun yang ingin menjawabnya, sehingga Ali sendiri yang menjawabnya : "Demi ALLAH, satu detik saja bersama Abu Bakar adalah lebih baik dari seisi bumi yang dipenuhi oleh Mu'min kaum fir'aun itu! Mereka itu menyembunyikan imannya, namun Abu Bakar menampakkan imannya!" (Al-Bidayah wan Nihayah 3 : 271, Majma'uz Zawa'id 9 : 47). Demikianlah Ali Radhiyallahu 'Anhu mengenalkan kepada orang2 tentang keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu'Anhu.

Keistimewaan Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu‘anhu
  • Meraih keistimewaan menjadi shahabat pertama yang masuk islam dari kalangan laki-laki. Beliau juga shahabat dekat nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam sebelum masa keislaman. 
  • Meraih kemuliaan mendapatkan gelar Ash-Shiddiq dari Allah dan Rasul-Nya. 
  • Meraih keistimewaan menjadi pendamping Nabi dalam menjalankan dakwahnya. Sehingga masuk islam melalui usaha beliau beberapa shahabat mulia, diantaranya adalah Utsman bin ‘Affan Radhiallahu ‘anhu. 
  • Meraih keistimewaan Hijrah ke negeri Habasyah. 
  • Meraih keistimewaan hijrah ke negeri Madinah bareng bersama Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. 
  • Meraih keistimewaan berjihad dengan jiwa dan hartanya fii sabilillah. 
  • Meraih keutamaan menjadi khalifah kaum muslimin yang lurus setelah wafatnya Rasulullah. 
  • Meraih kemuliaan menjadi imam shalat menggantikan Rasul ketika beliau sakit. 
  • Memberangkatkan pasukan Usamah untuk membuka negeri Syam karena menjalankan kehendak Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam di akhir hayatnya 
  • Menumpas habis Ahlur Riddah (orang-orang yang murtad). 
  • Memperluas daerah kekuasaan kaum muslimin sampai ke beberapa daerah di Iraq dan Syam. 
Sumber:
1. https://muslim.or.id/8725-biografi-abu-bakar-ash-shiddiq.html
2. https://almanhaj.or.id/3766-ali-bin-abi-thalib-radhiyallahu-anhu-khalifah-iv.html
3. http://psmsubang.blogspot.co.id/2016/03/keistimewaan-sepuluh-shahabat-peraih.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar