Sabtu, 21 Mei 2016

Sunnah keteteran, tapi Bid'ah konsisten

Berikut Video yang berkaitan dengan Permasalahan BID'AH


Banyak sekali syari’at Islam yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya, Ada puasa sunnat, seperti : Puasa 6 hari dibulan syawwal, puasa senin dan kamis, puasa Daud, puasa tiga hari dalam sebulan, puasa arafah, puasa di bulan muharram dan puasa di bulan sya’ban.

Ada shalat-shalat sunnat, seperti : Shalat sunnat rowatib, shalat sunat dhuha, shalat sunnat tahajud, shalat sunnat witir, shalat sunnat tahiyatul masjid. Dan masih banyak lagi amalan-amalan yang di ajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendapatkan ridha Allah dan pahala yang melimpah.

Dari ibadah-ibadah sunnat yang di sebutkan di atas, apakah ada diantaranya yang sudah secara rutin kita amalkan ? Perkara berdo’a saja untuk kebaikan diri dan orang yang kita cintai, belum tentu kita bisa mengamalkan semuanya. Padahal berdo’a adalah amalan mulia dan terpuji, merupakan ibadah yang utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Do’a adalah ibadah.” (HR. Abu Daud no. 1479).

Banyak sekali do’a-doa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan kepada umatnya, diantaranya :

Berdo’a ketika bangun tidur, keluar dari rumah, masuk ke dalam rumah, ketika hendak bepergian, hendak naik kendara’an, pulang dari bepergian, ketika terbangun dari tidur malam, apabila ada yang menakutkan sa’at tidur, supaya terhindar dari ke syirikan, masuk wc, keluar dari wc, apabila ada ada angin ribut, apabila turun hujan, mendengar petir, minta supaya hujan berhenti, mengalami keraguan iman, bila di puji orang, melihat orang yang mendapatkan coba’an, mengagumi sesuatu, ketika marah, ketika bersin, masuk mesjid, keluar mesjid, menengok orang sakit, sa’at mengenakan pakaian, menanggalkan pakaian, ketika masuk suatu kampung, masuk pasar, mengenakan pakaian baru, mengusir setan, apabila ada yang menyenangkan atau menyusahkan, ketika ada firasat buruk, melihat bulan sabit, mendengar adzan, ingin sembuh dari sakit, sa’at gelisah, do’a perlindungan buat anak, mendo’akan pengantin, mendapatkan sesuatu yang tidak di sukai, sa’at dilanda ketakutan, sebelum makan, setelah makan, dan banyak lagi. Masih banyak lagi do’a-do’a yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya.

Dari semua do’a-doa di atas, berapa banyak yang sudah kita amalkan secara rutin? Masuk wc saja, apakah kita sudah biasa membaca do’anya ? Kalau yang di ajarkan oleh Rasulullah saja belum bisa kita amalkan secara rutin, lalu mengapa juga kita mengamalkan amalan-amalan yang tidak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam ajarkan ? Apakah kita merasa ajaran Islam itu masih kurang ? Sehingga harus mengamalkan amalan-amalan bid’ah !

Itu baru perkara do’a, masih banyak lagi ibadah-ibadah yang di ajarkan oleh Rasulullah untuk mendapatkan ridha Allah dan meraih pahala yang melimpah, misalnya ; Shalat qobliah subuh, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Dua raka’at sebelum shubuh, lebih utama dari dunia dan isinya”. (HR. Muslim no. 725).

Dua raka’at sebelum subuh, lebih utama dari dunia dan isinya. Apakah kita sudah mengamalkannya secara rutin ? Kalau yang di ajarkan oleh Rasulullah saja belum bisa kita amalkan secara rutin, lalu mengapa juga kita mengamalkan amalan-amalan yang tidak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam ajarkan ? Apakah ajaran Islam tidak cukup, sehingga harus membuat-buat ajaran baru ?

Mengapa kalau mengerjakan amalan-amalan bid’ah begitu semangatnya, sementara amalan-amalan yang di ajarkan oleh Rasulullah tidak di perhatikan, bahkan banyak yang di tinggalkan. Apakah semua yang di ajarkan Nabi sudah mampu kita amalkan ? Dan merasa masih kurang ? Lalu mengapa, mengerjakan amalan-amalan yang tidak Nabi ajarkan ? Apakah amalan bid’ah itu lebih utama dari pada amalan sunnah ?

Sumber:
1. https://www.facebook.com/groups/1139336492750046/permalink/1332162133467480/
2. https://agussantosa39.wordpress.com/category/01-islam-dakwah-tauhid/09-apakah-syariat-islam-belum-cukup/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar